Euphemism Summary
Euphemism
is an act or expression that people use when they want to
talk about something unpleasant or embarrassing without mentioning it themselves.
kind of euphemism :
1. To Soften Expression.
Some Euphemism used to make the
truth less pleasant look softer :
- Using Passed away than Died to declare death.
- Using Differently-abled than the handicapped or disabled to declare a disability.
- Pregnancy termination using abortion than to declare abortion.
2. Used to Being Polite.
In some cases, Euphemism
deliberately made more repulsive or less fun to say something. This is
typically used when a person is being sarcastic or trying to explain a subject.
example :
- Using batting for the other side than to declare homosexual Gay.
- Using Bit the big one than to declare the death Died.
- Using Bit the farm than to declare the death Died.
- Using Cement shoes than dead to declare death.
- Using Bit the dust rather than to declare the death Died.
sabar dan percaya bahwa segala sesuatu akan berubah
Assalammualaikum.wr.wb
Ini adalah postingan saya yang kedua, kali ini saya akan menuliskan tentang konsep hidup saya yang selalu saya percayai dan terapkan.Dimana dalam hidup saya, saya memiliki prinsip bahwa segala sesusatu itu akan berubah dan saya akan merasakan apa yang saya ingin kan. intinya yang paling penting adalah percaya kepada ALLAH.
Ada kalanya kita mendapatkan musibah atau masa- masa sulit. dimana kita hampir putus asa, dan tidak mau terima apa yang telah terjadi. tetapi seorang yang optimis akan menerima masa-masa sulit itu,meskipun awalnya ia juga merasa sedih, tetapi ia tidak memendamnya terlalu lama. ia bangkit dan percaya bahwa dalam keadaan sesulit apapun, pasti akan ada perubahan yang akan lebih baik lagi kedepannya.
Percaya lah tuhan kita tidak pernah tidur, ia mengetahui segalanya. Apa yang sedang kita alami telah ia konsep untuk kita jalani.

0
Ini adalah postingan saya yang kedua, kali ini saya akan menuliskan tentang konsep hidup saya yang selalu saya percayai dan terapkan.Dimana dalam hidup saya, saya memiliki prinsip bahwa segala sesusatu itu akan berubah dan saya akan merasakan apa yang saya ingin kan. intinya yang paling penting adalah percaya kepada ALLAH.
Ada kalanya kita mendapatkan musibah atau masa- masa sulit. dimana kita hampir putus asa, dan tidak mau terima apa yang telah terjadi. tetapi seorang yang optimis akan menerima masa-masa sulit itu,meskipun awalnya ia juga merasa sedih, tetapi ia tidak memendamnya terlalu lama. ia bangkit dan percaya bahwa dalam keadaan sesulit apapun, pasti akan ada perubahan yang akan lebih baik lagi kedepannya.
Percaya lah tuhan kita tidak pernah tidur, ia mengetahui segalanya. Apa yang sedang kita alami telah ia konsep untuk kita jalani.
assalammualaikum.wr.wb
My Experience
Assalammualaikum wr.wb.
Hy....
perkenalkan nama saya Susanti Anas biasanya orang memanggil saya dengan sebutan
Santi, saya tinggal di Rumbai, Pekanbaru - Riau.Aktivitas saya sehari-hari
adalah sebagai mahasiswi di salah satu Universitas swasta yang ada di
Pekanbaru. ini adalah postingan pertama saya.
Disini saya
akan menceritakan pengalaman saya yang paling saya senangi saat melakukannya,
saya sangat senang membantu banyak orang, meskipun saya tahu hal seperti ini
sudah banyak orang yang melakukannya, bahkan sesuatu yang biasa bagi beberapa
orang, tapi menurut saya membantu banyak orang adalah tugas yang paling mulia
dan paling menyenangkan.
Mau bantu
orang yang kenal bahkan yang tidak saya kenal sekalipun. Hampir tidak pernah
saya berkata tidak atau menolak saat seseorang meminta bantuan saya ( hampir
yaa :) berarti ada juga hal yang saya tolak hehe ).
Beberapa hari
yang lalu, saya dan teman-teman sekelas pergi kerumah sakit untuk
menjenguk salah satu teman sekelas yang sedang di rawat di salah satu rumah
sakit yang tidak saya sebutkan namanya. sesampainya disana kami disambut
deraian air mata Ibunya. melihat kerabat kami ini dalam keadaan lemah dan
tertidur. ia dirawat karena terkena sakit DBD, asam lambung, bahkan muntah
berdarah. batin saya sangat sedih melihat orang tuanya serta suasana
ruangan yang menurut saya tidak layak untuk di tempati.
Hal yang
membuat kami sangat terkejut adalah disaat teman kami ini bangun dari tidurnya
dan berkata " kalau aku ada salah, maafkan aku ya". kami pun semua
terdiam, jujur disitu fikiran saya langsung negative. beberapa menit kemudian
datang lah dokter dan mengatakan bahwa pasien harus puasa sampai besok. disitu
saya langsung berfikir bahwa ia akan di operasi, ternyata tidak.
Ia disuruh
puasa karena selalu muntah dan apa yang dimakannya keluar lagi. dan dokternya
berkata bahwa trombositnya turun dan membutuhkan darah yang banyak yaitu 10
kantong. sebenarnya darahnya sudah ada di PMI tetapi harus ada donor
penggantinya.
Disana pun saya langsung mengusulkan
kepada teman-teman saya agar mau mendonorkan darahnya untuk pasien karena saya
sangat berharap 10 dr kami mau mendonorkan darahnya agar keluarga teman kami
ini tidak bingung lagi mencari donatur penggantinya, dimana saya dan teman-
teman lihat keadaan orang tuanya pun bisa dibilang kurang memungkinkan.
tapi sayang diantara kami semua pada takut mendonorkan darahnya, termasuk
saya.
karena ini adalah hal pertama juga saya
mendonorkan darah, awalnya saya pura -pura berani agar teman-teman yang lain
mau ikut menyumbangkan darahnya. saya bilang bahwa donor darah itu tidak sakit,
bahkan membuat kita menjadi lebih sehat. padahal saya juga tidak tahu bagaimana
rasanya. namanya juga usaha, awalnya bolehlah 4 dr kami semua mau mendonorkan
darahnya, sesampainya di PMI kami merasa takut, saya juga takut, tapi saya pura
pura tegar agar teman yang lain tidak makin takut.
Sesampainya
didalam ternyata cuma saya yang bisa mendonorkan darah, yang lainya ada yg
takut, dan ada juga berat badan yang tidak mendukung, kalau saya mugkin karna
faktor tubuh saya besar juga sih. awalnya saya ragu tapi saya tetap berpegang
teguh prinsip saya yaitu membantu orang itu sekali seumur hidup, kalau
sudah mati apa yang mau kita bantu. saya pun percaya diri karena teman teman
saya pun juga mendukung saya bahwa saya harus bisa dan berani demi teman kami
tersebut serta pegawai PMI tsb mengatakan bahwa donor darah itu sehat dan
sangat berguna membantu nyawa orang lain. di postingan pertama ini saya tidak
bermaksud untuk pamer atau menyombongkan diri, tetapi saya hanya memberi
sedikit motivasi dan hal positive yang saya dapatkan bahwa menolong orang itu
sangat menyenangkan, banyak dapat teman, pengalaman, serta pahala yg besar dr
allah SWT.
"SETETES DARAH ANDA, NYAWA
BAGI SESAMA"
mungkin ini saja postingan pertama
saya yang saya tulis, nantikan postingan selanjutnya ya .... :)
assalammualaikum wr.wb
symbol and referent summary
The symbol is a linguistic element in the form of words, sentences, and so forth; pointing to nenda, situations, events, and so forth. In the sentence "This is great". Only
the word "It" is a symbol if the word "this" refers to an object,
situation, event, for example a book, a shirt, and so on. The word "good" has no symbolic function because the word "good" only serve phrase attitude. For
Richards and Ogden words that express feelings, attitudes, hopes,
dreams, and so are not included within the meaning of the symbol. These words (which express the feelings, attitudes, hopes, dreams, and so on) are grouped into the "emotive language".Symbolic language defined by Richards and Ogden is the appropriate language or languages kefaktaan facts. Meanwhile, emotive language has usefulness in the communication
process to generate the expected attitudes of others or to encourage
others to act, and so on.Referent is the object or something that is beyond language. If we use the symbol we refer to the referent. As
quoted by Parera (1990: 43) Richards and Ogden stated it is important
to find a referent in order to know whether a reference is correct or
not. And if reference is true, then it refers to the fact (if a reference
"hangs together" in the way the actual referent hangs together, the
reference is true and Refers to a fact).Reference is a concept or idea. In
the picture above, between symbol and referent is not directly related
to the marked line-breaking berputus (between language and foreign
languages). Conjunction through thought or reference.
Gambar bagan Hubungan antara Simbol, Gagasan, dan Acuan Menurut Konsep Ogden dan Richard
0
Gambar bagan Hubungan antara Simbol, Gagasan, dan Acuan Menurut Konsep Ogden dan Richard
According to Saussure (1916), marks linguistics (signe linguistique) has two elements, namely (1) the marked (in French signifie; in English signified and (2) the mark (in French signifiant; in English signifier). something that marked termed the marker. Conversely, something which marks termed the marker. markers in the form of language sounds while the marker in the form of objects, activities, or keaadaan. Saussure's concept of sign language can be seen in bagankan below.
Langganan:
Komentar (Atom)

